Sering Menggoyangkan Kaki? Mungkin Kamu Mengidap Sindrom Ini

Ilustrasi (foto : theguardian.com)
Saat bosan, tegang atau bermalas-malasan, menggoyang-goyangkan kaki menjadi hal yang banyak dilakukan orang. Bahkan menggoyang-goyangkan kaki menjadi kebiasaan seseorang yang sulit dihentikan.

Saat dorongan untuk menggerkan atau menggoyangkan kaki muncul, rasa untuk menghentikan atau menolaknya terkadang sangat sulit dilakukan meski sudah ditegur oleh orang sekitar.

Beberapa orang menganggap bahwa kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang sangat buruk dan tidak sopan. Meski memang membuat rileks, tapi terkadang kebiasaan ini malah membuat orang-orang terganggu.

Kebiasaan ini dinilai kurang baik oleh orang-orang Asia, terutama Jepang. Ternyata kebiasaan ini dikatakan kurang baik bukan tanpa alasan.

Menurut sains, orang yang memilki kebiasaan menggoyangkan kaki bisa jadi mengidap "restless legs syndrom (RLS)", di mana terjadi gangguan fungsional pada beberapa sel saraf yang disebut neuron dopaminergik.

Sindrom ini membuat penderita merasakan dorongan untuk menggerakan atau menggoyangkan kaki atau anggota tubuh lain untuk merasakan sensasi yang aneh.

Bukan hanya gangguan fungsional pada sel saraf, RLS juga dapat dipicu karena tubuh kekurangan zat besi.
X