CERITA CINTA: Sanggupkah Kamu Libur Mencintaiku Selama 1 Hari?

Ilustrasi (foto: stylonica.com)

Tino dan Rina adalah sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain. Mereka bagaikan gelas dan air yang selalu bersama-sama kemanapun mereka pergi. Namun, ada kalanya air itu berpisah dari gelas, sekuat apa pun ikatan mereka berdua.

Saking cintanya Tino kepada Rina, setiap makan ia akan menghubungi Rina, setiap mau tidur atau sesudah bangun tidur, Tino tak pernah lupa menghubungi Rina.

Ketika mereka jalan berdua, perhatian Tino selalu berpusat pada Rina. Begitupun dengan Rina yang merasa nyaman berada di samping Tino sepanjang waktu. Rina bahkan menganggap kasih sayang Tino kepadanya sangatlah besar.

Hingga suatu saat, Rina tiba-tiba meminta Tino untuk berjanji berhenti menghubunginya atau menemuinya. Bukan untuk selamanya, tetapi hanya selama 24 jam.

Walau hanya 24 jam, itu adalah hal yang berat bagi Tino untuk tidak menghubungi atau bertemu dengan Rina. Tetapi ia tetap menuruti permintaan sang kekasihnya dan berjanji bisa melakukannya.

Keesokan harinya, ketika Tino bangun, ia berniat menghubungi Rima, tetapi ia ingat dengan janjinya untuk tidak menghubungi kekasihnya. Dia pun mengurungkan niatnya. Begitupun ketika mau makan atau berangkat kerja.

Tino merasa kesepian ketika ia harus menahan rindu pada kekasihnya, di mana biasanya ia selalu bersama Rima. Tetapi hanya untuk hari ini, ia tidak bisa sama sekali bertemu dengannya, bahkan mengirim pesan teks atau chat dengannya.

Dia benar-benar galau gak kepalang, duduk sambil bengong sendirian membayangkan saat-saat bersama Rima. Satu hari baginya tanpa sang kekasih terasa seperti seperti satu tahun.

Detik demi detik, Tino lewati tanpa kehadiran sang kekasih. Keresahannya semakin memuncak, namun ia harus tetap memegang janjinya, meski ia ingin sekali bertemu dengan Rima.

Akhirnya, tantangan 24 jam berhasil Tino lewati. Keesokan harinya, Tino langsung bergegas pergi ke rumah Rima dengan perasaan bahagia.

Sesampainya tiba di rumah Rima, Tino heran kenapa banyak orang di dalam rumah kekasihnya itu. Dia pun langsung masuk dan alangkah terkejutnya ketika melihat kekasihnya yang begitu ia cintai, terbaring kaku tak bisa lagi membuka matanya.

Sejak saat itu ia sadar bahwa Rima telah pergi untuk selama-lamanya. Dia meninggalkan pesan kepada Tino, yang berbunyi:

"Tino jika kamu sudah melihat surat ini berarti aku sudah meninggal. Kamu pasti bingung kenapa aku menyuruh kamu libur bertemu denganku walau hanya 24 jam? Tino sebenarnya aku menderita penyakit kanker yang sudah sangat parah, hanya saja aku tidak pernah bilang sama kamu karena tidak ingin membuatmu khawatir. Aku sadar ketika hari terakhir kita bertemu, penyakit ini sudah menggerogoti tubuhku dan umurku tidak akan lami lagi.

Tetapi aku melihat kamu begitu sayang kepadaku, sampai-sampai kamu tidak bisa pisah denganku walau hanya satu detik saja. Aku sangat bersyukur memiliki orang yang begitu mencintaiku. Tapi aku takut ketika aku tidak ada nanti, kamu hidup dalam penuh kesedihan. Oleh karena itu aku memberikan tantangan ini agar kamu berlatih hidup tanpa aku.

Kamu sudah melihat surat ini, berarti kamu sudah berhasil melewati tantangan yang aku berikan. Sekarang kamu bisa hidup tanpa aku. Terus lanjutkan hidupmu, carilah pasangan yang menyayangimu sepenuh hati, raihlah masa depan yang kamu impikan.

Aku sebenarnya ingin terus hidup bersamamu, tetapi Tuhan berkata lain."

Begitulah akhir cinta antara gelas dan air. Meski cinta mereka seperti tidak bisa dipisahkan, tetapi kematian tetap akan memisahkan cinta mereka.
Cerita di atas hanyalah karang belaka dan tidak berdasarkan fakta atau kejadian sesungguhnya. Cerita di atas dibuat hanya untuk sehiburan semata.
X