Begini Caranya Agar Selamat Dari Serangan Nuklir

Ilustrasi (foto: Metro.co.uk)

Perang nuklir selalu menghantui masyarakat dan sering dikait-kaitkan sebagai akhir dari dunia. Mengingat konflik antar negara semakin memanas ditambah dengan aksi terorisme yang kian meresahkan, tidak memungkinkan Perang Dunia III akan terjadi.

Minggu lalu, orang-orang ramai membicarakan tentang Perang Dunia III yang akan melibatkan senjata nuklir. Apalagi setelah Turki menembak jatuh pesawat jet milik Rusia yang malah semakin membuat panas atmosfer.

Seorang analisis militer Rusia, Pavel Felgenhauer mengatakan perang nuklir mungkin saja terjadi. Jika seandainya perang nuklir benar-benar terjadi, apa yang harus kita lakukan untuk tetap bertahan hidup?

Dilansir dari Metro.co.uk, ada beberapa cara untuk meningkatkan kesempatan bertahan hidup jika seandainya perang nuklir terjadi. Simak ulasannya di bawah ini.

1. Evakuasi

Evakuasi dari wilayah yang ramai, seperti perkotaan, pusat pemerintahan atau industri adalah hal pertama yang harus dilakukan. Tempat-tempat seperti itu memiliki risiko yang lebih tinggi terkena serangan nuklir.

Salah satu caranya adalah dengan pergi ke wilayah pedesaan atau tempat-tempat yang jauh dari keramaian.

2. Berlindung di dalam bangunan yang kokoh

Memang sangat mustahil bangunan bisa tetap kokoh ketika diterjang ledakan nuklir. Namun setidaknya beberapa bangunan memang bisa bertahan dari serangan nuklir jika jangkaunnya terlalu jauh. Apapun yang terjadi berlindung di dalam bangunan lebih baik daripada di luar. Kesempatan untuk bertahan hidup jadi lebih tinggi.

3. Tetap tinggal di dalam

Ketika bom nuklir sudah dijatuhkan, ada bahaya lain pasca ledakannya yaitu radiasi yang dapat dibawa oleh air atau angin. Menurut perkiraan, angin dapat membawa radiasi sampai ratusna mil jauhnya.

Oleh karena itu sangat penting untuk tetap tinggal di dalam rumah, dan menutup serapat mungkin tempat Anda berlindung.

4. Air

Air yang bersih bisa jadi terkontaminasi oleh debu dan puing-puing. Sementara itu, manusia dapat bertahan hidup selama tiga minggu tanpa makanan, tetapi hanya tiga hari tanpa minum. Oleh karena itu persediaan air sangat penting.

5. Menyiapkan stok makanan

Makanan kaleng cenderung bertahan lebih lama daripada makanan lainnya. Oleh karena itu persiapkan makanan yang memiliki daya tahan lama. Setidaknya itu bisa menyelamatkan Anda di saat-saat krisis.

6. Bekerja sama

Bekerja sama dengan orang lain sangat penting kita lakukan untuk tetap bertahan hidup. Jangan sampai mementingkan diri sendiri dan tetap saling percaya satu sama lain. Selain itu analisis setiap kemampuan orang untuk dapat digunakan kemampuannya nanti.

7. Dasar pertolongan pertama

Menguasai kemampuan melakukan pertolongan pertama juga sangat penting kita miliki, seperti mengobati luka kecil. Jangan anggap remeh luka kecil, sebab jika tidak diobati nantinya bisa terinfeksi dan menyebabkan kematian

8. Menjaga kebersihan

Setelah nuklir dijatuhkan, ada penyakit menular seperti kolera dan tipus. Jadi, jangan anggap remeh kebersihan,tubuh Anda. Selain itu, jika menemukan mayat segeralah dikubur agar tidak menularkan penyakit infeksi.

Itulah beberapa cara untuk meningkatkan kesempatan bertahan hidup jika seandainya terjadi perang nuklir yang diberikan oleh Asosiasi Penelitian untuk Studi Pusat Ilmu Pengetahuan dan Keamanan di King College London.
X