Tak Punya Kaki, Kisah Gadis Yatim Piatu Ini Begitu Menginspirasi

Wang Juan (foto: Daily Star)

Wang Juan, seorang gadis remaja asal Henan, China, harus hidup sebatang kara tanpa kasih sayang ayah dan ibunya. Selain itu, ia juga harus berjalan dalam kehidupan ini tanpa kedua kakinya.

Meskipun demikian, ia tidak mau pasrah begitu saja dan bertekad untuk tidak membiarkan cacat fisik yang dimilikinya menghalanginya untuk mendapatkan kehidupan yang bahagia. Buktinya, ia mampu berkuliah di sebuah universitas ternama di tempat asalnya.

Ketika masih berusia enam tahun, ia mengalami kecelakaan mobil yang membuat kedua kakinya harus diamputasi. Penderitaannya tak sampai disitu, ibu Juan memilih bunuh diri karena tak mampu lagi menahan tekanan.

Sementara itu ayahnya memutuskan untuk pergi begitu saja dan menitipkan Juan pada kakeknya. Sampai sekarang, tidak ada kabar tentang ayahnya. Yang jelas, Juan harus hidup sebatang kara dengan kakek-neneknya.

Cobaan hidup Juan masih terus berlanjut. Dia harus menghadapi tekanan di lingkungannya karena cacat fisik yang ia miliki. Dia haurs berjalan dan melakukan segala macam pekerjaan hanya dengan menggunakan kedua tangannya.

"Saya ingat ketika orang-orang melihat saya aneh kemanapun saya pergi. Saya harus beradaptasi dengan semua itu, mendorongnya keluar dari pikiran saya," kata Juan.

"Tetap optimis dan ramah adalah yang terpenting. Karena hal ini saya memiliki banyak teman," tambahnya.

Mengutip laman Daily Star, musim panas ini Juan diterima di Shangqiu University, di Provinsi Henan, dengan mengambil jurusan manajemen sumber daya manusia.

(foto: Daily Star)

Pada awal masuk kuliah, kisah hidup Juan yang begitu inspiratif telah menyebar layaknya virus di universitas tersebut. Banyak pelajar dan pengajar yang tersanjung dengan perjuangan hidup Juan.

Bahkan, pihak kampus sendiri menawarkan kamar mandi di lantai pertama untuk memudahkan Juan. Mereka juga menawarkan Juan beasiswa, termasuk bebas biaya kuliah, buku dan lain-lainnya, yang jika ditotalkan bernilai 50.000 yuan atau Rp 100 juta lebih.

"Saya tersentuh dan sangat berterima kasih bahwa banyak orang-orang baik telah memberikan saya uluran tangan, hanya supaya saya memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi saya," kata Juan.

"Aku tidak pernah ingin menonjol (terkenal) karena cacat saya, dan saya tidak ingin membuat masalah kepada orang lain. Saya percaya saya akan memiliki masa depan yang cerah selama aku bekerja keras."
X