Tak Mau Antre, Guru Di Belgia Gantung Leher Bocah 5 Tahun

Foto leher bocah yang digantung gurunya (foto: Dunya News)

Seorang guru dari sebuah sekolah taman kanak-kanak di Antwerp, Belgia, telah dituduh menggantung seorang bocah Muslim berusia 5 tahun karena menolak untuk mengantre.

Mengutip dari Dunya News, Rabu (16/9), ibu dari siswa itu memposting foto kondisi anaknya di Facebook dan mengatakan akan melakukan apa saja agar guru tersebut dipecat. Dalam foto itu menunjukkan tanda tali dengan jelas membekas di leher bocah tersebut.

Ibu itu mengatakan bahwa anaknya dipukuli dan kemudian digantung dengan tali hanya karena menolak berdiri di dalam antrean. Alhasil, foto-foto itu mengundang kemarahan wanita setempat dan memprotes pihak sekolah atas tindakan biadab guru bersangkutan.

Namun, juru bicara Pendidikan Kota Anrwerp, Joke Cortens, mengatakan bahwa guru bersangkutan tidak ada di taman bermain saat insiden itu terjadi, menurut penyelidikan mereka.

Dia menegaskan bahwa tanda tali pada leher anak tersebut terlihat setelah waktu bermain selesai dan ketika orangtuanya diberitahu.

Pada saat yang sama, anggota dewan pendidikan di Antwerp, Calude Marinower, mengatakan situasi ini harus dibawa tenang. Menurutnya, ketegangan dan esklasi dalam masalah ini tidak akan membantu apapun.

Marnower menambahkan bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan permasalah ini adalah dengan cara melakukan penyelidikan sebelum melompat pada kesimpulan.

"Kedua orangtua yang terlibat, guru yang bersangkutan, orangtua lain dan staf sekolah harus mengawasi dan mendukung," kata Mrinower.

Belgia memiliki populasi Muslim yang besar. Menurut data resmi, sekitar 25 persen dari populasi ibukota Belgia, Brussels dihuni oleh penduduk yang beragama Islam.
X