Miliarder Baik Hati Ini Akan Belikan Pulau Untuk Pengungsi Suriah

Naguib Sawiris (foto: Daily Mail)

Kematian bocah pengungsi Suriah yang ditemukan terdampar di pantai Turki rupanya telah membuat hati banyak orang tersentuh. Banyak masyarakat dunia yang merasa kasihan kepada para pengungsi Suriah yang berusaha keluar dari negaranya yang sedang dihujani peluru.

Salah satunya miliarder asal Mesir ini yang menawarkan akan membelikan sebuah pulau di Yunani dan Italia untuk membantu ratusan ribu pengungsi Suriah. Dengan begitu mereka bisa memulai membangun negara baru.

Diumumkan di Twitter, Naguib Sawiris mengatakan, "Yunan dan Italia menjual sebuah pulau, saya akan memanggil kemerdekaan itu dan para migran dan memberikan pekerjaan bagi mereka membangun negara baru mereka."

Mengutip laman Daily Mail, lebih dari 2.300 pengungsi asal Suriah tewas di laut saat mencoba melarikan diri ke Eropa sejak bulan Januari lalu, untuk menghindari konflik di negara asalnya.

Sawiris mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ia akan mendekati pemerintah Yunani dan Italia tentang rencananya itu.

Ketika ditanya apakah rencananya itu bisa bekerja, Sawiris dengan yakin menjawab rencananya tersebut bisa dilakukan.

"Tentu saja itu layak. Anda memiliki puluhan pulau yang sepi dan bisa menampung ratusan ribu pengungsi," katanya.

Dia juga menjelaskan pulau di lepas pantai Yunani dan Italia bisa dibeli dengan harga $10 juta sampai $100 juta. Namun ia menambahkan bahwa yang paling penting adalah investasi di bidang infrastruktur.

Jika seandainya pulau-pulau itu sudah dibeli, akan ada tempat penampungan sementara, mempekerjakan para pengungsi untuk mulai membangun perumahan, sekolah, universitas, dan rumah sakit.

Sawiris mengaku rencananya tersebut bisa menghadapi beberapa tantangan, termasuk kesulitan membujuk Yunani dan Italia untuk menjual pulau mereka, serta peraturan yurisdiksi dan adat istiadat.

Miliarder kaya raya ini merupakan kepala eksekutif dari Orascom TMT, yang mengoperasikan jaringan telepon seluler di sejumlah negara di Afrika Timur dan juga Korea, serta jaringan komunikasi bawah laut. Dia juga memiliki sebuah saluran televisi di Mesir.
X