Ini Kata NASA Terkait Bulan Darah Dan Kiamat 28 September

Fenomena Blood Moon (foto: Time)

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) terus memantau langit terkait dugaan asteroid yang akan menghantam bumi pada 28 September sebagai akibat dari fenomena Blood Moon atau bulan darah.

Dengan menggunakan sebuah alat pemantau tabrakan yang disebut Sentry, NASA terus memindai sebuah katalog asteroid untuk kemungkinan adanya hantaman.

"NASA tidak menemukan ada asteroid atau komet pada jalur tabrakan dengan bumi, sehinga probablitas tabrakan sangat kecil," ujar salah satu juru bicara NASA, seperti dilansir Mirror, 12 September 2015.


Mereka juga mengatakan tidak ada asteroid yang akan menghantam bumi untuk beberapa ratus tahun ke depan. "Tidak ada objek besar yang kemungkinan akan menghantam bumi setiap saat dalam beberapa ratus tahun ke depan," tambahnya.

Banyak teori konspirasi yang meresahkan publik tentang ramalan kiamat pada 28 September. Ditambah lagi, tanggal tersebut bertepatan dengan munculnya fenomena Blood Moon yang dipercaya sebagai tanda hari akhir.

Namun pada kenyataannya Blood Moon merupakan fenomena alami yang disebabkan oleh pantulan sinar matahari di atmosfer bumi yang berwarna merah.
X