Menyayat Hati, Pria Jual Pena Sambil Membawa Putrinya Yang Tertidur

Pria Suriah membawa putrinya sambil berjualan pena (foto: Daily Mail)

Ribuat netizen merasa iba setelah melihat sebuah foto yang menunjukkan seorang pengungsi dari Suriah menjual pena sambil membawa putrinya yang tertidur.

Gissur Simonarson, pendiri situs Conflict News, memposting foto pria tersebut pada hari Selasa (25/8) kemarin. Sejak saat itu, banyak orang yang ingin membantu pria dari kamp pengungsi Yarmouk yang hancur di Suriah.

Foto-foto menyentuh itu menunjukkan seorang pria bernama Abdul, seorang ayah tunggal yang memiliki dua anak, terlihat memegang pena di pinggir jalanan sambil membawa putrinya yang baru berusia 4 tahun, Reem.

Abdul adalah salah satu pengungsi dari kamp Yarmouk di Suriah, yang hancur akibat serangan ISIS yang menyerang kota tersebut.

Foto itu diambil di Beirut, ibukota Lebanon, di mana lebih dari satu juta pengungsi telah melarikan diri untuk menghindari pertempuran di kota asal mereka.

Harta dan rumah sudah pasti mereka tinggalkan. Banyak pengungsi yang melakukan segala cara untuk mencari nafkah, sepeti yang dilakukan Abdul dengan menjual pena. Sementara itu, para pengungsi muda lebih memilih menjual bunga, bungkus tisu, atau menyemir sepatu.

Ketika foto Abdul sedang berjualan bersama putrinya itu diunggah ke dunia maya, banyak donatur dari seluruh dunia yang memberikan bantuan berupa uang.

Seperti dilansir Daily Mail, dalam beberapa jam sumbangan sudah mencapai $5.000 dan terus bertambah. Setidaknya dalam waktu 24 jam, sumbangan dari donatur mencapai $117.000 atau sekitar Rp 1,6 miliar.

Abdul berencana menyumbangkan uang itu untuk para pengungsi lainnya yang sama-sama membutuhkan. Dia juga ingin mengakhiri perang yang telah menghancurkan tempat asalnya.
X