Kisah Ibu Dan Anak Tanpa Tangan Ini Akan Menggetarkan Hati Anda

Linda Bannon dan anaknya Timmy

Bayangkan jika Anda terlahir tanpa kedua tangan, pastinya Anda akan kesulitan melakukan segala sesuatu. Namun bagi ibu dan anak ini, tidak memiliki kedua tangan bukanlah halangan bagi mereka untuk tetap beraktivitas dan hidup bahagia.

Linda Bannon, seorang ibu berusia 36 tahun terlahir dengan kelainan genetik yang disebut sindrom Holt-Oram, yang mempengaruhi jantung dan menyebabkan kelainan pada rangka. Meskipun hidunya sulit, Linda sadar bahwa ia masih memiliki anggota tubuh lainnya yang masih bisa digunakan, yaitu kaki.

Sejak berusia 12 tahun, ia sudah pandai menggunakan kakinya sebagai tangan. Dia bisa melakukan banyak hal walau dengan hanya dengan menggunakan kakinya, seperti berenang, menjahit, menulis dan bermain gitar.

Ketika remaja, Linda dipertemukan dengan seorang pria yang akan jadi suaminya kelak. Dia adalah Rick, seorang buruh di sebuah rumah sakit di Chicago.

Sejak pertama kali bertemu di gym, mereka terus melakukan pendekatan untuk saling mengenal satu sama lain, hingga akhirnya mereka menjalin hubungan asmara.

Tak lama kemudian, mereka memutuskan untuk membangun sebuah keluarga dan menikah. Sayangnya, anak mereka nantinya kemungkinan besar akan terlahir tanpa tangan, mewarisi genetik ibunya.

Kenyataannya memang benar, Linda melahirkan seorang anak laki-laki bernama Timmy yang sama terlahir dengan kelainan Holt-Oram, di mana ia tidak memiliki kedua tangan.

Keluarga Bannon

Tahu bagaimana rasanya tidak punya tangan, Linda mengajarkan anaknya bagaimana cara menggunakan kaki sejak kecil. Timmy yang sekarang sudah berusia 9 tahun memang mewarisi kelainan genetik yang dimiliki ibunya, tapi ia juga mewarisi semangat ibunya untuk tidak menyerah pada kehidupan ini.

Dia terus berusaha melatih kakinya sebagai tangan, seperti makan, menulis, dan melakukan banyak hal lainnya.

Sewaktu di sekolah, Linda sering diejek oleh teman-teman sekelasnya. Namun ia tidak berkecil hati dan tetap tersenyum karena ia bangga berbeda dari orang lain.

Banyak orang yang merasa jijik kepadanya karena menggunakan kakinya sebagai tangan. Namun Linda menyikapinya dengan tegas dan mengatakan kepada mereka bahwa keterbatasan fisik yang dimiliknya tidak menghalanginya untuk sama seperti orang lain.

Ajaran itu Linda berikan juga kepada Timmy. Mereka berdua hidup bahagia dan banyak melakukan aktivitas bersama, seperti berenang, melukis, makan, dan masih banyak lagi.

Bersama-sama, Linda ingin anaknya menjenjang sekolah sampai perguruan tinggi untuk membuktikan bahwa penyandang cacat juga memiliki hak yang sama dalam hal pendidikan dan juga untuk meraih impiannya

Kisah hidup ibu dan anak ini patut kita tiru. Meski tidak memiliki tangan, mereka tetap bahagia karena Tuhan masih memberikannya kaki yang masih bisa ia gunakan. Mereka sadar bahwa dengan hidup mengeluh tidak akan mengubah apapun.
X