Benarkah Bumi Akan Kiamat Pada 21 September?

Ilustrasi asteroid menghantam Bumi (foto: Facebook)

Beberapa waktu lalu sempat beredar kabar bahwa Bumi akan berakhir pada 21 September akibat hantaman asteroid raksasa yang sedang menuju planet kita.

Asal-usul teori konspirasi ini berasal dari Efrain Rodriguez yang mengklaim bahwa Bumi akan hancur antara tanggal 21 sampai 28 September. Prediksinya itu didasarkan pada Ramalan Bulan Merah, di mana tanggal 28 September menandai akhir dari empat bulan darah.

Dia mengatakan memiliki penglihatan bahwa asteroid akan memasuki wilayah udara Kota Arecibo, di Puerto Rico, dan menghantam lautan antara Pulau Mona dan Mayaguez, yang akan menciptakan gempa berkekuatan 12 SR.

Karena ramalan itu membuat banyak orang khawatir, akhirnya NASA terpaksa turun gunung untuk mengklarifikasi dugaan asteroid akan menghantam Bumi itu.

Paul Chodas, dari Objek Dekat Bumi NASA, telah memberikan pernyataan resmi terkait ramalan tersebut. Berbicara di Jet Propulsion Laboratory, di Pasedana, California, dia mengatakan bahwa tidak ada asteroid yang berada di jalur Bumi.

"Tidak ada bukti sebuah asteroid atau benda langit lainnya yang berada pada lintasan yang akan berdampak pada Bumi," kata Paul.

"Bahkan, tidak satu pun dari benda-benda yang dikenal memiliki kesempatan kredibel menghantam planet kita untuk abad berikutnya," tambah Paul.

Dia juga menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah sebuah asteroid raksasa akan menghantam Bumi pada tanggal tersebut.

Sumber: Mirror Online
X